Kuliah ini mendiskusikan pendekatan teoritis yang ada pada fase-fase awal kemunculan ilmu antropologi budaya atau yang dikategorikan sebagai teori klasik. Teori di sini juga dipahami sebagai pemikiran, pendekatan, atau sudut pandang di mana antara satu sama lain berbeda-beda dalam mengasumsikan dan menjelaskan obyek material dari disiplin antropologi budaya yakni fenomena sosial kebudayaan. Meskipun terdapat perdebatan, kata “klasik” secara praktis digunakan untuk mengidentifikasi teori-teori di antropologi budaya yang muncul sejak pertengahan abad 19 sampai paruh pertama abad 20 di dunia Barat, di mana mempunyai ciri-ciri antara lain sebagai teori besar (grand theory) serta mempunyai nuansa positivistik dan orientalistik yang cukup kuat. Teori-teori klasik yang dimaksudkan di sini yakni evolusionisme budaya, difusionisme budaya, perbandingan kebudayaan, partikularisme historis, kepribadian kebudayaan, fungsionalisme, sampai fungsionalisme-struktural.

Kuliah ini ditujukan kepada mahasiswa antropologi semester awal, agar dapat memahami bagaimana kemunculan dan perkembangan pemikiran dalam ilmu antropologi. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui bahwa persoalan kebudayaan tidak hanya dipandang secara tunggal namun namun multi-perspektif dengan asumsi dan cara penyelesaiannya (metode) masing-masing. Selain itu, kuliah ini bertujuan untuk memberi wawasan konseptual dan teoritis yang kuat kepada mahasiswa sejak dini sebagai bekal pembelajaran ilmu antropologi pada tahap-tahap selanjutnya.